Rangkaian Pelaksanaan

Ditulis mengikuti pola umum Haji Tamattu' yang paling banyak dipilih jamaah Indonesia — untuk Ifrad/Qiran, sebagian urutan menyesuaikan (lihat tab Jenis Haji di halaman Tata Cara Haji).
Sebelum 8 Dzulhijjah

Ihram & Niat dari Miqat

Mandi sunnah, kenakan pakaian ihram, lalu niat haji dari miqat yang telah ditentukan sesuai jalur kedatangan. Perbanyak talbiyah sejak berihram hingga mulai melontar jumrah pertama.

Talbiyah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal ḥamda wan-ni'mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.
Info tambahan Sejak berihram, hindari seluruh larangan ihram: memotong rambut/kuku, memakai wangi-wangian, berburu, dan akad nikah.
8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah)

Menuju Mina

Bergerak dari pemondokan Makkah menuju Mina, bermalam di sana sambil memperbanyak talbiyah, dzikir, dan doa — mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ sebelum wukuf.

9 Dzulhijjah

Wukuf di Arafah

Berangkat ke Padang Arafah dan wukuf sejak tergelincir matahari (waktu Zuhur) hingga terbenam matahari. Wukuf adalah rukun haji — tanpa wukuf, hajinya tidak sah. Perbanyak doa, dzikir, dan istighfar sepanjang wukuf.

Info tambahan Salat Zuhur dan Ashar dijamak-qashar di Arafah. Jamaah yang sakit tetap dianggap wukuf selama berada di batas kawasan Arafah pada waktunya.
Malam 10 Dzulhijjah

Mabit di Muzdalifah

Selepas maghrib, bergerak ke Muzdalifah dan bermalam (mabit) di sana. Sambil menunggu, kumpulkan kerikil untuk melontar jumrah esok hari. Salat Maghrib dan Isya dijamak di Muzdalifah.

10 Dzulhijjah (Hari Nahr)

Melontar Jumrah Aqabah

Setelah subuh, menuju Mina untuk melontar jumrah Aqabah (7 kali lontaran) sebagai tanda dimulainya rangkaian tahallul.

10 Dzulhijjah

Menyembelih Dam (bagi Tamattu'/Qiran) & Tahallul Awal

Jamaah Tamattu' dan Qiran menyembelih dam. Setelah itu, cukur/potong rambut (tahallul awal) — status ihram sebagian terlepas, sebagian larangan ihram sudah boleh dilakukan.

10–12 Dzulhijjah

Tawaf Ifadah & Sa'i

Menuju Makkah untuk tawaf ifadah (mengelilingi Ka'bah 7 kali) dilanjutkan sa'i antara Shafa dan Marwah (7 kali perjalanan). Keduanya adalah rukun haji. Bagi Tamattu' yang belum sa'i sebelumnya, sa'i dilakukan di tahap ini.

Info tambahan Setelah tawaf ifadah dan sa'i, seluruh larangan ihram gugur (tahallul tsani) — jamaah kembali ke pakaian biasa.
11–13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik)

Mabit di Mina & Melontar 3 Jumrah

Kembali ke Mina untuk bermalam (mabit) dan setiap siang melontar tiga jumrah secara berurutan: Ula, Wustha, lalu Aqabah (masing-masing 7 lontaran). Jamaah boleh memilih nafar awal (selesai tanggal 12) atau nafar tsani (selesai tanggal 13).

Sebelum meninggalkan Makkah

Tawaf Wada'

Sebelum pulang ke negara asal, lakukan tawaf perpisahan (tawaf wada') sebagai penutup rangkaian ibadah haji. Setelah tawaf wada', usahakan langsung berangkat tanpa banyak menunda keberangkatan.

Info tambahan Tawaf wada' tidak wajib bagi jamaah wanita yang sedang haid/nifas — cukup meninggalkan Makkah tanpa tawaf wada'.

Lihat Juga

Lengkapi persiapan ibadah Anda dengan panduan lain.